Jl. DI Panjaitan KM 9

Tanjung Pinang

0821 6292 9991

Whatsapp Center

07:00 - 22:00

Buka Setiap Hari

ilustrari gambar : art.pks.id

Cintai Melayu dengan Mengulik Gurindam 12

Gurindam ialah puisi lama yang saat ini masih digemari sebagian orang. Sebenarnya gurindam pertama kali dibawa ke Nusantara oleh seorang penyebar agama Hindu dari tamil India, sehingga sangat wajar jika gurindam versi kuno banyak didapati pengaruh dari ajaran Hindu dalam sastranya.

Saat masuk ke Nusantara, gurindam banyak mengalami perubahan dari versi melayu ataupun bahasa Indonesia. Gurindam terdiri dari berbagai pesan yang ingin disampaikan seperti, gurindam nasihat, gurindam pendidikan, gurindam cinta, gurindam moral, gurindam motivasi bahkan gurindam agama. Jika dilihat dari barisnya, gurindam terbagi menjadi 2 yaitu, gurindam berkait dan gurindam berangkai.

Gurindam yang paling terkenal hingga sekarang adalah ciptaan dari Raja Ali Haji yaitu gurindam 12 pada tahun 1847. Mengapa disebut dengan gurindam 12, karena terdiri dari 12 fasal yang berisikan nasihat dan petunjuk menuju hidup yang dirodhi Allah SWT. Bukan hanya itu saja, gurindam 12 juga berisikan pelajaran dasar ilmu tarawuf mengenai mengenal syariat, tarikat, hakikat dan makrifat.

Yuk, kita ngulik satu persatu arti dari tiap kalimat di fasal 1 gurindam 12,

Gurindam 12
Fasal 1

Barang siapa tiada memegang agama,
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
artinya : setiap manusia harus memiliki pegangan agama, karena agama sangat penting untuk kehidupan manusia, jika seseorang tidak mempunyai aga maka akan tidak mempunyai arah dalam menjalankan kehidupannya.

Barang siapa mengenal yang empat,
Maka ia itulah orang yang ma’rifat
artinya : siapapun yang dapat mengenal empat yaitu, tarikat, syariat, hakikat dan makrifat maka akan mencapai kesempurnaan hidup.

Barang siapa mengenal Allah,
Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
artinya : siapapun yang sudah mengenal Allah, maka ia harus melakukan perintahnya dan jauhi larangannya.

Barang siapa mengenal diri,
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.
Artinya : orang yang telah mengenal diri, maka ia juga telah mengenal akan tuhan sang penciptanya.

Barang siapa mengenal dunia,
Tahulah ia barang yang teperdaya.
artinya : orang yang telah tahu bahwa dunia itu fana, maka ia akan lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan

Barang siapa mengenal akhirat,
Tahulah ia dunia mudarat.
Artinya: orang percaya bahwa adanya akhirat, pasti ia akan meyakini sepenuh hati bahwa dunia ini tempatnya kemudharatan.

 

Gimana parapeleo pasti membacanya dengan irama yang selalu kita dengar saat sekolah dulu.. oh ya, ini baru fasal 1 lho parapaelo.. masih ada 11 fasal lagi yang nanti akan kita bahas satu persatu.

Layaknya sebuah puisi, setiap bait dari fasal 1 ini mengandung nasehat untuk kita agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, apalagi dibulan Ramadhan dimana semua tindakan kebaikan sekecil apapun akan dilipat gandakan pahalanya..

Share this post

Leave a Comment