Jl. DI Panjaitan KM 9

Tanjung Pinang

0813 6507 2934

Whatsapp Center

07:00 - 22:00

Buka Setiap Hari

Masjid Raya Nur Ilahi Dompak

5 Destinasi Wisata Religi di Tanjungpinang yang Harus Anda Kunjungi

Kepulauan Riau dengan ibukota Tanjungpinang memiliki panorama alam indah yang tak kalah dengan daerah-daerah lain di Indonesia, misalnya Bali, Lombok dan Papua. Sebut saja pantai-pantai berpasir putih yang indah dan mempesona, air terjun, hutan mangrove hingga gurun pasir.

Namun, satu hal yang menjadi pembeda antara Tanjung Pinang atau pulau Bintan tempat ibukota Kepulauan Riau berada dengan daerah lain. Perbedaan tersebut yakni destinasi religi-nya yang tak hanya milik satu agama, namun berasal dari agama-agama yang berbeda.

Hal itu menyiratkan toleransi tinggi masyarakat Tanjungpinang akan keragaman beragama sehingga menjadikan kota ini tetap damai, aman, dan tenteram. Bagi Anda umat Buddha, di sini banyak wihara menakjubkan yang dapat Anda kunjungi. Dan tentu saja bagi Anda yang beragama Islam, banyak masjid yang dapat dijadikan destinasi ibadah sekaligus wisata yang unik. Selain itu, bagi Anda umat Nasrani, gereja tertua di daratan Melayu yang hanya ada di kota Tanjungpinang wajib untuk dikunjungi.

Namun, bagi para traveller yang hanya ingin berwisata saja, maka janganlah kecewa karena dengan melihat spot-spot unik yang dimiliki tempat-tempat ibadah tersebut, foto-foto travelling terbaru dan kekinian Anda pun akan tetap terpenuhi seperti biasanya. Jangan salah lho ya! Meski temanya tentang wisata religi, namun rumah-rumah ibadah ini tidak akan mengecewakan Anda bila diabadikan ke instagram. Mau tahu apa saja destinasi wisata religi di Tanjungpinang yang harus dan wajib Anda kunjungi selama hidup? Let’s check it out!

1. Indahnya Sunset dari Masjid Raya Nur Ilahi Dompak

Suka berwisata religi serta sejarah dan budaya Islam? Anda dapat mengunjungi Masjid Raya Dompak atau dengan nama lain Masjid Raya Nur Ilahi yang secara administratif berada di wilayah Pulau Dompak, kota Tanjungpinang, provinsi Kepulauan Riau.

Masjid Raya Nur Ilahi Dompak

Diresmikan oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Riau pada 25 Januari 2013, masjid megah berwarna biru ini memiliki desain minimalis yang kental dengan aura modern serta dibangun di sebuah bukit yang merupakan dataran tertinggi di pulau tersebut. Oleh sebab itu, jikalau Anda menyempatkan diri mengunjungi Tanjungpinang dan pulau Dompak, menara masjidnya yang anggun akan sangat jelas terlihat dari kejauhan.

 

Daya tampung Masjid Raya Nur Ilahi ini juga sangatlah besar dengan daya tampung 5000 orang di ruang shalat utama, sayap dan balkon masjid dapat memuat 2000 orang. Lantai dua masjid pun dapat memuat sekitar 300 jamaah lebih. Total jamaah yang dapat ditampung dari ruang utama hingga koridor adalah kurang lebih 2700 orang. Anda juga dapat menikmati berbagai macam fasilitas masjid yang sangat lengkap lho, mulai dari ruang ganti pria dan wanita, perpustakaan, ruang operator, ruang AC central, ruang event organizer, ballroom, ruang seminar, hall dan lobi, kantin, dapur, ruang istirahat petugas serta tentu saja toilet. Ornamen yang unik serta warnanya yang biru sering diibaratkan sebagai oase di tengah pulau Dompak yang terlihat gersang. Bila Anda sudah sampai ke masjid ini, menaiki menaranya adalah hal yang wajib Anda lakukan karena Anda akan bisa melihat kota Tanjungpinang dan seluruh daratan pulau Dompak.

2. Perpaduan Apik Warna Masjid Raya Sultan Riau

Masjid Raya Sultan Riau

Masuk ke dalam wilayah kota Tanjungpinang, lebih tepatnya di Pulau Penyengat, Masjid Raya Sultan Riau adalah salah satu masjid tertua di tanah Melayu. Masjid yang sering disebut singkat sebagai Masjid Penyengat ini telah menjadi saksi bisu megahnya kesultanan Islam di kepulauan Riau. Sekarang selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Raya Sultan Riau ini juga telah menjadi sebuah situs cagar budaya yang dilestarikan oleh Pemerintah.

Berwarna kuning dan hijau yang cantik dan indah, masjid ini akan memanjakan mata Anda dengan perpaduan warna yang unik sehingga membuat siapapun yang melihatnya menjadi tidak bosan. Belum lagi salah satu kelebihan masjid ini dibandingkan yang lain yaitu perekat material penyusun dindingnya yang berasal dari putih telur, bukan semen. Tak heran jikalau pembangunan masjid raya ini menghabiskan waktu lama hingga 40 tahun.

 

Penasaran bagaimana sih rupa masjid yang dindingnya direkat putih telur? Anda mesti berkunjung ke sini, ke Masjid Raya Sultan Riau.

3. Uniknya Masjid Raya An-Nur Kawal alias Masjid Pink Bintan

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar masjid? Putih dan suci, bukan? Kebanyakan bangunan masjid memang dicat putih atau dengan warna-warna soft seperti kuning muda agar dapat menampilkan sisi “suci” dan “bersih” dari masjid itu sendiri. Adalah Masjid Raya An Nur di Kelurahan Kawal, Gunung Kijang, kabupaten Bintan, yang tak jauh jaraknya dari kota Tanjung Pinang memiliki warna yang tak biasa.

Masjid Raya An Nur Pink Bintan

Ya! Warna yang dipilih untuk bangunan tempat beribadah umat Muslim ini adalah warna pink atau merah muda. Struktur kubah dan ornamennya yang cantik pun sangat cocok dijadikan latar belakang foto bagi Anda para traveller serta wisatawan yang gemar mengabadikan momen-momen menyenangkan lewat mata lensa.

4. Patung Seribu Wajah di Wihara Ksitigarbha Bodhisattva

Seribu Patung

Seperti diketahui kota Tanjungpinang adalah salah satu daerah yang memiliki komunitas warga keturunan Tionghoa terbesar dan terbanyak di Indonesia. Selama puluhan tahun lebih komunitas ini hidup damai dan rukun berdampingan dengan suku asli dan pendatang lain di kepulauan Riau. Oleh karena itu, wajar bila banyak wihara atau kelenteng yang didirikan di Tanjungpinang sebagai tempat beribadah bagi umat Buddha. Namun, sekarang ini ternyata wihara-wihara tersebut kerap kali juga didatangi oleh berbagai wisatawan selain beragama Buddha dikarenakan tempatnya yang unik, keren dan eksotik sehingga sangat instagrammable untuk dibagikan lewat ponsel. Tentu saja bagi Anda yang beragama Buddha, berwisata religi yakni ibadah sekaligus berwisata ke tempat ini merupakan hal mutlak yang perlu dilakukan. Sementara itu, bagi Anda para traveller, wihara-wihara yang ada di Tanjungpinang tentunya tak dapat terlewatkan oleh mata kamera Anda begitu saja, bukan?

 

Dikenal dengan nama Wihara Seribu Patung, wihara ini dibangun pada tahun 2010 dengan struktur bangunan yang sangat megah serta otentik. Arsitektur yang dimilikinya juga unik dan tak kalah mempesonanya bila dibandingkan dengan wihara-wihara serupa yang ada di negeri Tiongkok.

Beberapa tambahan unik khas agama Buddha pun tersebar di sekeliling wihara. Sebut saja patung-patung seribu wajah yang unik dan keren dengan ketinggian hampir dua meter membuat wihara ini juga menjelma sebagai destinasi wisata yang tak kalah bagusnya dibandingkan dengan destinasi lain di kota Tanjungpinang.

5. Wihara Avalokitesvara Graha, Wihara Terbesar di Asia Tenggara

Berjarak sejauh empat belas kilometer dari pusat kota Tanjungpinang, wihara Avalokitesvara adalah sebuah tempat ibadah keturunan Tionghoa terbesar di Asia Tenggara. Diresmikan oleh Menteri Agama RI pada bulan Juni 2009.

Wihara Avalokitesvara

Jangan salah paham ya, karena ada juga yang wihara yang bernama sama di Pematang Siantar, Pamekasan Madura hingga Watugong di Semarang. Namun perbedaannya, wihara yang berada di Tanjung Pinang ini sangat mendunia karena banyak biksu yang datang untuk memperdalam ilmu agama dari berbagai negara untuk mengunjungi tempat ini, sebut saja China, Malaysia dan Singapura.

Patung Dewi Kuan Yin

Uniknya, di dalam wihara terdapat Patung Dewi Kuan Yin Phu Sha yang dinobatkan MURI sebagai Patung Dewi Kuan Yin terbesar dalam ruangan se-Asia Tenggara. Patung ini terbuat dari tembaga seberat 40 ton ini dapat mencapai tinggi hingga 16,8 meter serta dilapisi dengan emas sebanyak 22 karat. Anda dapat mengunjungi vihara ini lebih tepatnya di Tanjung Unggat, Bukit Bestari, kurang lebih empat belas kilometer dari pusat kota Tanjungpinang. Sangat mudah menemukan wihara ini karena gapura wihara yang megah terlihat mencolok siapapun yang lewat serta letaknya di tempat yang tinggi tak jauh dari jalan raya. Anda juga dapat menemukan hamparan luas kebun buah naga di pekarangan wihara. Bagi wisatawan yang berkunjung dan bukan beragama Buddha, Anda tetap diperbolehkan masuk melihat Patung Dewi Kuan Yin ke dalam wihara setelah melepaskan kedua alas kaki di luar bangunan demi sopan santun dan menghormati tempat ibadah.

Demikianlah beberapa destinasi wisata religi yang dapat Anda kunjungi bila sedang berada atau berniat ingin ke Tanjungpinang. Jangan lewatkan begitu saja ya. Dijamin Anda tidak akan kecewa karena destinasi-destinasi tersebut menawarkan pesona religi dan panorama yang indah.

 

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Pesan Beraneka Bolu Disini

Sekarang kamu bisa pesan beraneka bolu enak dengan harga murah di Pinang Paleo. Penuhi kebutuhan acara mu dengan menyajikan bolu yang seenak buatan mama hanya dari Pinang Paleo dengan harga 35.000 rupiah saja.

Leave a Comment