Jl. DI Panjaitan KM 9

Tanjung Pinang

0821 6292 9991

Whatsapp Center

07:00 - 22:00

Buka Setiap Hari

Sumber : indonesia.travel

Jejak Melayu yang Masih Tersimpan di Pulau Penyengat

Kepulaun Riau memang tidak bisa dilepaskan dengan sejarah melayu yang ada. Perkembangan kerajaan melayu menyebar hingga ke pulau penyengat, dimana di pulau inilah lahirnya gurindam dua belas ciptaan Raja Ali Haji. Jejak-jejak ini dibuktikan denga terdapatnya beberapa bangunan serta makam yang diyakini bekas peninggalan peradaban kerajaan melayu dahulu.

Pulau penyengat merupakan pulau kecil yang terdapat di tanjung pinang, berjarak kurang lebih 2km dari pusat kota dan untuk menuju ke pulau yang beukuran panjang 2.000 meter dan luas 850 meter ini memang kental akan nilai-nilai melayu.

  • Masjid Sultan Riau

Masjid Sultan Riau ini menjadi ikon dari pulau penyengat, masjid yang dibangun pada tahun 1832 ini terlihat kokoh dan masih mempertahankan warna yang hanya boleh dipakai kalangan kerajaan. Masjid ini juga sering disebut dengan masjid kuning telor, karena menurut cerita turun temurun,Masjid ini menggunakan putih telur sebagai perekat dalam campuran bahan bangunannya.

  • Gedung Mesiu

Gedung ini digunakan sebagi gudang penyimpanan obat bedil. Seluruh bangunannya merupakan tembok beton berbenntuk segi empat, serta atapnya berbentuk runcing. Dulunya pulau penyengat dijadikan suatu negeri, tempat ini juga sebagai pertahanan oleh raja kecil. didalamnya terdapat gudang penyimpanan senjata. Bangunan ini ada empat buah, tetapi hanya tertinggal satu saja karena yang lain musnah.

  • Benteng pertahanan bukit kursi

Benteng ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Ali haji, karena pada masa itu pulau penyengat dijadikan tempat pertahanan. Bukit-bukit yang ada disana dijadikan benteng pertahanan namun hanya bukit kursi yang masih terjaga, yang lainnya sudah penuh dengan semak belukar.

  • Istana kantor

Istana kantor dibangun pada tahun 1844, istana ini juga sering disebut dengan Istana Raja Ali Haji. Selain dijadikan sebagai kantor, juga dijadikan sebagai kediaman. Kompleks istana ini memiliki luas 110 m2, keagungan gedung ini masih terlihat dari teras, menara, gerbang serta kamar mandi putri yang unik.

  • Makam para keturunan bangsawan

Jejak kerajaan Melayu selanjutnya dibuktikan dengan terdapatnya beberapa makam keturunan bangsawan dan kerajaan yang pada masa itu. Diantara lain, Raja Ja’afar, Raja Ali Haji, Embung Fatimah, Raja Fisabililah, Engku Putri dan masih banyak ahli keluarga lainnya.

Sejarah merupakan titik balik dalam kehidupan, maka dari itu sejarah adalah bagian penting dari sebuah kehidupan. Buat Parapaleo yang suka membaca mengenai sejarah-sejarah yang ada di Indonesia terutama mengenai perkembangan kerajaan Melayu. Pulau penyengat bisa menjadi destinasi yang tepat.

 

Share this post

Leave a Comment